Februari 16, 2014

Cahaya itu bernama "Dakwah"

 
DAKWAH adalah sebuah misi. Layaknya seorang gamer, kitalah sebagai pengendali misi lewat stick yang kita genggam. Suka atau tidak harus menyelesaikannya sampai akhir. Pantang menyerah sampai misi itu terselesaikan. Walaupun demikian, tak bisa dipungkiri banyak juga yang gagal melaksanaan misi mulia ini. Ada yang gagal saat baru akan memulai, ada yang kalah saat masuk level pertengahan serta ada yang gagal tatkala sudah mendekati finish keberhasilan. Begitulah dakwah. Dia butuh strategi untuk memulai dan butuh kehatian-hatian dalan melewati tantangan di setiap level nanti.

Berdakwah itu butuh strategi. Tanpa strategi yang matang, jangan bermimpi akan berhasil. Bisa-bisa kelabakan saat menjani misi perjuangan. Apalagi kalau misi yang diemban adalah misi keummatan. Tentu akan banyak pihak yang akan terlibat. Kita harus saling memahami, mengerti satu sama lain dan saling menolong tatkala yang lain sudah mendekati kegagalan. Oleh sebab itu, kebersamaan adalah kunci strategi yang pertama dalam memulai amanah dakwah ini. 

Jalan dakwah boleh berbeda. Karena disitulah letak asyiknya berdakwah. Semakin kita menemukan cara berbeda untuk mencapai ummat misi sebagai rahmatallil Alamin, maka semakin banyak pundi-pundi pahala yang bisa kita raih. Sehingga, perbedaan jalan dkwah bukan lagi menjadi alasan kita untuk gagal. Namun. perbedaan itulah yang akan memberikan stimulus dalam mencapai target yang terbaik.

Pepatah mengatakan;
"Pelangi tidak akan indah jika hanya satu warna"

Artinya, ketika kita berbeda dalam menjalankan misi, kita harus saling toleran. Karena masing-masing kita punya cara yang berbeda. Yang salah adalah ketika kita mulai menganggap orang yang berbeda adalah orang yang rendah. Padahal, bisa jadi, cara yang kita gunakan malah akan membuat kita terjebak dalam peranggap musuh. Jadi, berusahalah menghargai perbedaan pemahaman konsep berdakwah.  Kita semua tujuannya tetap sama. Meraih Ridho Allah SWT.

Berdakwah butuh kecerdasan dan kesabaran. Banyak orang yang cerdas namun tidak bisa mengemban misi dakwah ini. Sebab, mereka tidak punya budget kesabaran yang cukup. Sehingga, ketika dihantam oleh ujian, malah bangkrut dan memilih pulang dengan membawa secerca harapan yang suram. Ada pula yang memili kesabaran dalam dakwah ini, tetapi mereka tidak punya cukup ilmu untuk misi  ini. Akibatnya, saat menjalani misi seperti mengejar suatu target yang dia sendiri tidak tahu apa yang sedang dicari. Oleh sebab itu, kecerdasan dan kesabaran adalah amunisi dakwah yang paling berharga yang patut dipersiapakan sebelum berperang.

Betapa pentingnya kecerdasan, hingga Albert Einstein mengatakan;
"Otak itu ibarat raksasa yang tidur. Jika dia bangun, maka dia siap memporak-porandakkan dunia"

Dari sini kita pahami bahwa sebagian besar kesuksesan adalah buah pemikiran yang matang. Pemikiran yang matang itulah yang dimaksudkan oleh Einstein raksasa yang tertidur kemudian bangun. Maksunya adalah ketika kecerdasan itu terpotensikan, maka ita tidak akan mengenal yang namanya "Game Over". Yang ada adalah Mission completed

Jika dalam sebua games kita mengenal game over. Maka di jalan dakwah kita mengenal  futur di jalan dakwah. Artinya, ketika kita game over di sebuah misi, maka pasti kita tidak bisa melanjutkan misi itu. Kita harus mengulanginya dari awal lagi. Begitu juga dengan misi dakwah. Ada penyakit future yang mengincar kita. Penyakit ini akan menyerang saat kita lengah. Sehingga akan ada perasaan putus asa dan pesimis. Dengan itu kemudian kita memutuskan untuk mengakhiri games yang kita mainkan tadi. Syukur-syukur kalau kita masih mau mengulangi misinya, kalau tidak, ya stop sampai di situ,  futuristik.

Dakwah memang jalan yang panjang. Sehingga dalam mengemban misi yang satu ini, tidak perlu tergesa-gesa. Kita harus pandai-pandai menghemat energi agar bisa sampai misi terakhir. Kalau kita di awal sudah menggunakan energi yang berlebihan, maka yakin dan percaya di perjalan dakwah ini kita akan ngos-ngosan. Sehingga, kita akan masuk dalam deretan manusia yang futur alias berbalik arah meninggalkan dakwah ini. 

Anis Matta, seorang politis Partai Keadilan Sejahtera pernah berkata;
"Dakwah ini butuh nafas yang panjang. Dakwah ini juga akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga butuh waktu untuk berhenti sejenak untuk mengambil nafas, lalu kita lanjutkan perjuangan lagi"

Dari pernyataan Anis Matta ini, kita bisa menangkap pesan bahwa kita harus berhenti saat memang kita tak kuat lagi menempuh perjalanan dakwah. Tapi bukan berarti berhenti untuk selamanya. Namun, kita berhenti untuk memulihkan tenaga, lalu bangkit melangkah untuk berjuang lagi. Jika ini yang kita lakukan, maka harapan untuk mencapat predikat "Ahli Syurga" bukanlah mimpi belaka.

Dari ulasan ini, kita harus tanamkan bahwa. Berdakwah itu seperti bermain games. Butuh keahlian dalam memainkannya. Kita yang pandai, pasti akan selamat dan kita yang berjuang tanpa strategi, pasti kita akan terpental gagal. Oleh sebab itu, mari kita mainkan games dakwah ini dengan semangat. semoga predikat "Ahli Syurga" menjadi cedramata terindah dari Allah SWT.  Amin..!!


Gorontalo, 16 Februari 2014
Idrus Dama