Februari 20, 2014

Ibu Jangan lagi Bersedih





IBU JANGAN  meragukan diriku  lagi. Sekarang Aku sudah dewasa seperti bapak. Aku tidak seperti anak kecil lagi yang setiap saat kau mandikan tatkala pakainku penuh dengan lumpur. Engkau tak perlu lagi menceramahiku kalau sering banyak nonton daripada belajar. Engkau tak perlu khawatir lagi kalau aku akan diganggu anak-anak nakal. Sekarang aku telah tumbuh menjadi pribadi yang tangguh. Ya! menjadi pribadi seperti cita-cita yang dulu pernah kau dendangkan ketika aku ngeyel untuk tidur.


IBU JANGAN khawatir lagi. Aku sekarang sudah bisa mencari kepingan rupiah dengan tangan mungil ciptaan Allah ini. Engkau tak perlu lagi berfikir tentang apa yang akan kucicipi ketika engkau tak mengirimkan aku uang jajan lagi. Di sini, aku punya sahabat-sahabat baik. Mereka selalu membantuku ketika aku lagi kesulitan. Bahkan, aku tidak pernah kelaparan ketika bersama mereka. Dengan antusias, mereka antrian mentraktirku makan.


IBU JANGAN takut lagi aku akan terjerumus ke lembah dosa. Pesan moral yang kau sampaikankan ketika aku hendak meninggalkan rumah, masih tetap kuingat ko'. Alhamdulillah, di sini, Aku selalu menghabiskan waktuku berkumpul dengan orang-orang sholeh. Mereka  sering mengajakku untuk mengaji bareng. Selain itu, aku juga ikut kelompok tarbiyah bersama mereka. Insya Allah mereka akan sealu mengingatkanku ketika aku lupa diri.


IBU JANGAN pula mengkhatirkan jodohku. Allah tahu siapa yang layak mendampingi anakmu ini. Yang pasti dia harus memiliki hati yang tulus sepertimu, punya jiwa yang tegar dan yang paling utama bisa setia sepertimu. Cukup bersabar hingga waktu itu tiba. Saat  ini,  aku hanya belum siap mengabulkan permintaanmu. Insya Allah menikah itu pasti akan kulalui. Tapi, jangan memintanya sekarang, Boleh kan?


IBU JANGAN takut aku kelaparan. Aku yang dulu tidak pernah tahu memasak, sekarang sudah bisa memasak nasi sendiri. Membuat acar sama sepertimu. Sekarang Aku sudah menguasai racikan bumbumu. Apalagi racikan bakso pisang andalanmu.  Semua teman-temanku salut dengan resepmu. Memang sih di daerah yang kutempati ini hanya ada bakso yang dijajankan oleh mas-mas dari jawa. Tapi, bakso pisangmu tetap number one


IBU SEKARANG berhentilah berpikir berat tentang studiku. Sedikit lagi aku wisuda dan menjadi sarjana bahasa Inggris satu-satunya di kampung. Aku akan menhentikan ocehan orang-orang di kampung yang selalu menyakiti perasaanmu. Setelah aku kembali, aku sulap hinaan itu menjadi kemuliaan. Okay, jadi jangan bersedih lagi.


AKU BAIK-BAIK saja di sini. Yang engkau harus perhatikan adalah kesehatanmu. Jika engkau sehat, aku akan tenang menyelesaikan studiku. Jika tiba saatnya, aku akan jemput engkau di hari Wisuda. Kita akan berfoto ria di hari bahagia itu. Salam cinta dariku. Tetaplah menjaga senyum indahmu hingga aku pulang nanti.