Februari 04, 2014

Karmila Machmud : Jika Kamu mencoba, Hasilnya Pasti Dua

PPAN GORONTALO
 Team Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara Lagi Narsis

"Don't ask, who will be the next. But, declare 'I am The next !' "

Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) adalah salah program yang banyak diburu oleh mahasiswa. Selain belajar di negara asing, para mahasiswa yang terpilih juga akan mendapatkan sejuta pengalaman yang tak pernah dinikmati oleh anak Indonesia pada umumnya. Kalau pun ada yang lalu lalang pergi ke negara asing, mungkin karena mereka punya budget yang mapan. Sehingga pergi ke negara asing hanyalah hal yang biasa dan tidak spesial amat. 

Sejak semester dua, saya sudah bermimpi untuk menjadi mahasiswa yang akan mewakili wilayah Gorontalo dalam Program PPAN ini. Berbagai Usaha telah saya lakukan. Mulai dari mendengarkan kisah mereka yang telah sukses, mempersiapkan berkas yang dibutuhkan hingga belajar tentang keindonesiaaan. 

Selaian itu, saya juga mempermantap skill untuk berbicara dalam bahasa Inggris. Pasti dan pasti, sebagai duta negara nantinya, bahasa aneh bin ajaib ini akan menjadi requirment ketika hendak menjadi peserta PPAN. Sehingga, skill bahasa Inggris harus tetap kualitas jempolan.

"Jika kalian ingin mengelilingi dunia, harus kuasai Bahasa Inggris, tanpa itu, nonsense. Because English is the key of the world" Tegas ZulKifli Tanipu saat memeberikan tips dan motivasi kepada kami calon peserta Pertukaran Pemuda Antar Negara

Alhamdulillah, tiga tahun lebih saya sudah persiapakan skill bahasa Inggris ini dengan baik. selama itu pula, berkas saya menunggu untuk didaftarkan. Meski terlihat sudah berdebu di dalam peti tua atau Buluwa versi Gorotalo, saya tetap  merasa mimpi ini tidak pernah usang ditelan masa. Saya pun membuka  berkas itu, kemudian saya bersihkan dan mengetiknya lagi untuk perbaikan seperlunya. Karena ada hal yang perlu disesuaikan dengan format pendaftaran model baru. 

Untuk mimpi yang satu ini, saya sudah mendapat motivasi dari seorang dosen sekaliber Ibunda Karmila Machmud, sosok cerdas yang pernah menimba ilmu di negeri Kangguru, Autralia.Ia meyakinkan saya bahwa bermimpi itu adalah sebuah keharusan. Dengan demikian, kita masih tetap ada harapan untuk meraiah kesuksesan. Beliau berkata;

"Idrus, kamu harus berani mencoba. Karena kalau kamu mencoba, pilihannya pasti dua, gagal dan sukses. tapi kalau tidak pernah mencoba, jawabannya hanya satu, dan itu adalah gagal" Tuturnya membakar semangat saya.

Keluar dari ruangnnya yang sederhana itu, saya seperti diberikan spirit baru. Ada ruh yang mengajak saya untuk kembali berjuang. Ya! ruh yang memacu saya untuk menghadapi tantangan di depan mata. Apalagi, pelaksanaa seleksi pertukaran pemuda Antar negara regional Gorontalo 2014 akan segera dihelat. 

Saya kembali membuka berkas persiapan. Saya teliti lagi, apa hal yang harus dipenuhi. Mulai dari persyaratan administatif hingga persipan mental. Semuanya saya evaluasi. Sehingga di hari pelaksanaan nanti, saya benar-benar siap untuk menjadi perwakilan dari Gorontalo.

Menurut pengakuan seroang senior yang telah lolos sebelumnya, bahwa mental akan berpengaruh besar dalam penentuan layak tidaknya menjadi duta negara Indonesia. Karena, kita akan menhadapi berbagai karakter dan budaya yang sangat bertolakbelakang dengan budaya orang timur seperti kita.  Sehingga, mental jadi penentu. Siapa diri kita, itulah Indonesia di mata dunia. 

"Jaga Etitude, itu yang terpenting. Kalau bahasa Inggris, samua bisa. Cuman masalah yang satu itu, banyak orang gagal" Tutur Rian, mahasiswa bahasa Inggris angkatan 2008, yang juga Alumni pertukaran pemuda  program Indonesia-Canada.

Dari sini saya mulai menyadari bahwa perjuangan harus terus berlanjut. Apapun yang menghalangi. Saya hanya perlu yakin, bahwa kemauan yang kuat akan berbuah kenikmatan. Saya yakin itu. Sehingga, saya tak harus kalah jika hanya ujian kecil-kecil saja. Toh gedung bertingkat yang terlihat megah, konstruksinya dari batu bata yang kecil-kecil. Ada pepatah yang mengatakan;

"Kesuksesan yang besar, diawali dari mimpi-mimpi yang kecil" 

Itulah yang membuat saya tetap bertahan dengan sisa-sisa mimpi yang ada. Saya terus meneriakkan dalam hati, "PPAN Gorontalo adalah Mimpi yang tak pernah usang. Idrus, kau harus fight"

Sekarang tinggal menghitung hari. Saya akan mendaftarkan diri. Semoga kesempatan ini adalah takdir Allah yang baik. Karena, Allah pasti tahu, siapa yang ikhlas dan sungguh-sungguh dalam berusaha. 

Sampai bertemu di ajang Seleksi Pertukaran Pemuda Antar Negara. Salam Kesuksesan..!!

Catatan Sederhana
Gorontalo, 5 Februari 2014
Idrus Dama