Februari 16, 2014

Puisi Galau : Kebencian Yang Mengakar Karya Idrus Dama

[ Foto Pribadi : Menyentuh Hati Patung Wisnu Kencana]

Kebencian Yang Mendarah Daging
Puisi galau oleh Idrus Dama


Kemarin...
Aku heran! kau tak bisa melihatku
Padahal, wajahmu begitu dekat
Alismu tebal dan sangar menatapku
Lalu, secepat mungkin merunduk
Apa maumu? Sakit hatikah denganku?

Aku hanya ingin kita seperti yang dulu-dulu
Meski pernah ada kisah yang tercipta
Jadikan kisah kita itu lembaran indah
Ya! kisah yang akan kita baca di masa depan

Tahukah engkau?
Betapa aku ingin menyapamu
Tapi wajahmu lantang melayang-layang
Diriku kecil bagai semut di pelipis matamu
Atau, beginikah caramu mengajariku kebencian?


Cinta kita bukanah laknat
Cinta kita hanya belum halal
Tidak perlu menganggap dia nista
Sebab,  cinta itu utusan tuhan
Dilah Sang  pembawa risalah kebahagiaan

Besok!
Aku ingin kita terbang bersama tanpa beban
Seperti burung-burung yang saling memapah kala berpetualang
Dan...
Yakinlah! suatu saat nanti kita akan bertemu di tempat yang berkah
Entah itu di jalan yang berbeda atau dalam satu ruangan yang sama