Juni 19, 2014

Resensi Buku "Menulis Sosok Inspiratif " Karya Pepih Nugraha

( Foto : Dokumen Pribadi/Idrus Dama )

“Setiap orang adalah unikum, pemilik ciri khas yang berbeda dari orang lain mana pun. Masing-masing individu dilahirkan dengan kreativitas yang berbeda-beda pula. Keunikan setiap orang inilah yang lalu melahirkan “Seni” menulis profil atau sosok” 


Menulis adalah satu skill  yang membutuhkan waktu yang panjang untuk melatihnya. Ibarat sebuah pensil, kita harus merautnya hingga benar-benar runcing dan bisa dipakai menulis. Dalam menulis setiap orang punya selera yang berbeda-beda. Mislanya saja, ada yang hobi menulis berita tapi tidak suka menulis cerita fiksi, begitupun sebalikanya. Nah, salah satu gengre tulisan feature yang belakangan ini populer, yakni tulisan tentang sosok Inspiratif. Sebuah tulisan yang menokohkan seseorang karena ada nilai edukasi yang menempel pada sosok tersebut. 

Dalam hal berbagi pengalaman sebagai jurnalis, Pepih Nugraha, Pria kelahiran Tasikmalaya, 11 desember 1964 ini membukukan pengalamannya menjadi sebuah buku panduan untuk menuliskan jenis tulisan sosok dengan gaya bahasa sastra, atau lebih dikenal feature. Alhasil buku setebal 168 halaman ini menjadi sebuah buku berjudul, " Menulis sosok Inspiratif,menarik dan unik. 

Dalam buku ini Pepih Nugraha memberikan tips bagaimana menggali sebuah informasi terhadap sosok yang akan ditulis. Dia juga menujukkan beberapa alasan mengapa orang yang kita pilih itu akan layak untuk dijadikan tulisan atau tidak. Banyak yang sukses tapi tidak sebuah bisa menjadi tokoh inspiratif. Karena bisa jadi, orang sukses karena keturunan orang kaya. Akan lebih menarik dan punya nilai jual jika kita menulis penjual es kampung keliling yang bisa berpenghasilan 5 juta perbulan daripada meliput sosok kaya raya, dengan penghasilan 200 juta. 

Buku ini sangat membantu bagi setiap penulis pemula untuk memahami dan  karakter yang cocok untuk dijadikan sosok.  Selain itu, buku ini memberikan informasi bagaimana proses sehingga tulisan ini bisa menjadi tulisan menarik. Seperti halnya yang dilakukan oleh Pepih Nugraha tatkala meliput pemulung ketimbang pejabat. Sampai akhirnya, dari angle pemulung dia menemukan tulisan yang menarik, maka jadilah tulisan sosok "Ajid, Bos di antara Pemulung". 

Dalam kasus ini, Pepih Nugraha menekankan bahwa tidak semua tulisan sosok yang orang terkenal, punya pangkat dan jabatan. Orang pinggiran kali juga bisa jadi tulisan sosok. Asal saja, dari hidupnya ada sesuatu nilai moral yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Jadi, menulis sosok menurut mas Pepih adalah naluri kemanusiaan yang lebih ditonjolkan. 

"Rubrik sosok di kompas, berlaku buat siapa saja. tidak harus pesohor atau selebriti... sosok warga biasa pun asal menjjadi inspirasi dan mampu menggerakkan orang banyak, layak tampil di rubrik bergensi ini ( Kompas)" (Hal : 105) 

Buku ini juga  mendidik kita agar jangan selalu memandang orang lain remeh. Karena kita tidak tahu kemampuan setiap orang. Sikap meremehkan ini seringkali terjadi kepada wartawan yang sering mensyaratkan orang ternama. Dalam konteks jurnalisme hal ini disebut prominent people dan people make news, yang intinya harus orang-orang terkenal. (hal : 30)

Hal paling berharga di dalam buku ini adalah proses kreatif Pepih Nugraha dalam menemukan orang-orang inspiratif. Proses yang dia lakukan untuk wawancara, mengumpulkan data, dan mengolah data itu menjadi tulisan yang mampu menghipnotis pembaca dengan nilai inspirasi. Tidak semua orang mau berbagi pengalaman menjadi seorang wartawan. Terutama proses kreatif mereka. Sehingga, hal ini menjadi nilai berharga dari buku ini. 

Sesuatu yang mendukung kualitas buku ini adalah setiap bahasan disisipi satu tulisan sosok. Sehingga pembaca tidak hanya menghayalkan perjalanan penulis meliput, namun lebih pada hasil yang telah jadi. Sehingga, kesannya tidak hanya teori belaka. Hasil liputan pun langsung dilampirkan. Dalam buku ini pembaca ikut membaca kisah inspiratif yang mampu mengobok perasaan, baik bahagia maupun sedih. 

Dalam buku ini juga, setidaknya ada puluhan sosok yang dilampirkan Mas Pepih di setiap akhir bab artikel. Ada pun beberapa sosok-sosok itu antara lain ;
  • Berners- Lee penumu WWW atau World Wide Web. 
  • KH Alie Yafie Sosok Ulama yang sangat Santun dalam mendidik Ummat Islam
  • Ryaas Rasyid, Pak Lurah yang jadi Profesor 
  • Aep Suharto, si Pembuat Replika yang menyerupai dirinya
  • Kulla Lagousi, Pengusaha Bahasa dari Makassar
  • Budi Putra, yang sukses mencintai dunia Blogger
  • Jubing, Sosok uang “Menyulap” gitar tunggal menjadi Orkestra
  • Sarwoto, Sosok Anak Bangsa Indonesia yang berada di ruang kendali Jupiter 
  • Hendro, sosok yang mencipatkan Airguard, sebuah aplikasi keamanan data
  • Delli Meladi, sosok yang cacat tapi hafal ribuan lagu
  • Kisah Sukses Mantan Suami Istri Kaspersky
  • Ajid, Bos di Anatar Para Pemulung
  • Pawang Usman, Penyelamat Puluhan Nyawa Nelayan
  • Dian Ekawati, Penyali Lokal Yang Bisa Go Internasional 
  • Viktro Korchnoi, Legenda Hidup Dalam Dunia Catur

Menurut saya, buku “Menulis Sosok Inspiratif” ini adalah salah satu karya yang cukup membantu penulis-penulis pemula maupun wartawan lokal yang belum melihat potensi jenis tulisan ini. Maka, saya menyarankan bagi yang ingin memperdalam gaya menulis feature ala Mas Pepih, Insya Allah buku ini  bisa memberi stimulus kepada teman-teman, agar lebih semangat lagi untuk menguak serpihan kisah inspirasi yang bertebaran. Selamat membaca. 


Catatan : 
Pada halaman 30 buku ini ada Typo, atau salah ketik kata "teori" malah tertulis "Terori". Selebihnya buku ini bagus. Selamat membaca.