Mei 01, 2014

Sarjana Tanpa Rencana


Otak Kering kerontang
Oh ternyata meraih sarjana cukup sulit dan menantang
Hingga membuatku tidur lembur dan terlentang
Dengan mata sayup melayang-layang

Sarjana itu memang untukku
Tapi kenapa yang paling bahagia itu ibuku
Ternyata setelah sarjana calon istri telah menungguku
Jika tidak cepat akan diembat sepupuku

Gara-gara sarjana ini, rambutku sudah seperti gurita
Hidupku kacau dan semakin menderita
Deru tangisku pun pecah tanpa cerita
Merengek konyol layaknya balita 

Oh…!! Ibu dosenku yang baik hati 
Maafkan aku jika membuatmu sakit hati
Tolong baca skripsiku dengan mata hati
Agar hasilnya tak pelak membuatmu sakit hati 

Dan calon istriku yang setia menungguku di sana
Tetaplah bersabar hingga ku sampai disana
Dengan segudang mimpi dan rencana
Aku akan secepatnya menjemputmu dengan kereta kencana

Cukup bersabarlah
Beginilah nasib sarjana tanpa rencana
Walhasil membawa bencana..!!

Catatan : Puisi ini telah terbit di Gorontalo Post


Gorontalo, 2 Mei 2014
Kado Hari Pendidikan Nasional