Juni 16, 2014

Ternyata, Demi Jatuhkan Prabowo, KPK Rela Bohong Soal Data 7200 Triliun


Citizen Journalist - Kembali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pembohongan data terhadap Publik. Juru Bicara KPK, Johan Budi membantah bahwa data Kebocoran Anggaran senilai 7200 Triliun itu tidak benar. Hal ini disampaikan Johan ke berbagai media sebagaimana laporan Edwin Firdaus pada TribusNews, senin, 16 Juni 2014.

Dalam hal ini Johan ingin meluruskan bahwa KPK tidak pernah mengeluarkan data kebocoran itu. Sehingga, dia menganggap bahwa data yang disampaikan oleh Prabowo saat debat belum teruji  keabsahannya. Kebenarannya perlu dilakukan kajian ulang.

"Memang Pak Ketua pernah menyampaikan mengenai itu. Tapi yang disampaikan itu potensinya. KPK sendiri belum memiliki kajian empiris yang menyebut kebocoran anggaran sampai Rp 7.200 triliun," ujar juru bicara KPK Johan Budi, Senin (16/6/2014) sebagaimana di kutip tribusnews

Sayangnya, keterangan yang diberikan Johan Budi sangat Kontradiski dengan  apa yang disampikan oleh Ketua KPK, Abraham Samad,  ketika  memberikan materi di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan di Hotel Ecopark, Ancol, Jakarta, Sabtu (7/9/2013). Menurut keterangannya di kompas, Samad menyebut angka tesebut tanpa ragu, bahkan Samad sendiri  menyebutkan angka tersebut disertai pemisalan uang itu dibag-bagi ke rakyat.

"Bila dibagi ke seluruh rakyat, maka pendapatan rakyat Indonesia per bulan bisa mencapai Rp 20 juta," ujarnya, seperti yang dikutip oleh kompas di Jakarta, Sabtu (7/9/2013)

Hal ini diduga, KPK kembali melakukan pembohongan publik untuk menjatuhkan Prabowo. Padahal, keterangan kebocoran kekayaan negara ini sudah disampaikan sejak 2013 lalu. Sehingga,kali ini KPK dianggap melakukan kesalahan fatal dan akan berimbas kepada institusi KPK itu sendiri.