Oktober 03, 2014

Jamaah Idul Adha Padat, Seorang Anak Terpisah dari Orang tuanya


Pemerintah memutuskan Sholat Idul Adha Jatuh di hari Minggu, 5 Oktober 2014. Hari minggu itu dinyatakan sebagai Idul Adha Nasional dan yang tidak ikut, sudah pasti dilabeli Muhammadiyah. Namun, saya sholat Idul Adha di hari sabtu. Ini bukan soal Muhammadiyah atau Nahdatul Ulama. This is about Iman. Someone can't claims my choice is right or not. 

Perkiraan saya meleset. Awalnya saya berpikir bahwa yang akan melaksanakan sholat sedikit saja. Setibanya di lokasi Bundahan Hulondhalo Indah. Ternyata, ribuan Jamaah Sholat Idul Adha pun memenuhi jalanan bagian utara, samping kanan pertamina. 

Jalanan depan Pertamina Padat dengan Mobil Jamaah idul Adha

Lama saya berdiri menatap jamaah yang begitu banyaknya. Dalam perkiraan saya jamaah mencapai ribuan orang. Dan saya yakin, yang sholat hari ini bukan sholat Muahammadiyah atau Nahdatul Ulamanya. Tapi karena panggilan Iman. 

Sedari tadi saya juga berpkir, mau sholat di bagian mana. Jamaah terlalu padat. Alas untuk sujud pun tak cukup. Saya mendekat seorang yang memegang koran. 
"Pak boleh minta koran untuk pake ba alas?" 
"boleh-boleh!" katanya antusias. 
Saya ambil korannya. Dan saya melihat koran yang sama pun digunakan jamaah yang lain. Yang lebih asyik lagi, koran Gorontalo Post laku bukan karena dibaca, melainkan jadi alas sholat Idul adha. Saya mengira koran bekas. Ternyata koran yang terbit hari itu juga, Sabtu 4 Oktober 2014. 

"Ta dumpul Gorontalo Post am" saya berdecak. 
Asal tidak habis di "Cirita", berikut saya lampirkan foto-fotonya. 


Saking padatnya Jamaah ada yang lupa anaknya. Karena bingung, anak tersebut mendekati mimbar sambil menangis. Parahnya lagi, ketika di tanya nama, anak itu tidak tahu namanya. Beruntung, Setelah diumumkan oleh pantia, keluarga sang anak pun datang. Bagi Anda yang mau sholat di tempat yang ramai, jangan lupa pastikan anak berada di gandengan tangan terus ya biar ngak hilang. Kalau mau berkorban seperti Nabi Ibrahim, bukan zaman lagi. Kisah Ibrahim menyembelih anaknya itu perintah Allah. Sekarang perintah kita hanya berkurban dengan hewan. Jangan anaknya ya dikasih ya...!! hehe,,, Peace..!! 

Anak Nyasar, orang tua entah kemana 

Mungkin orang tuanya sangat terharu dengan kisah pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim. Sampai-sampai anaknya ditinggalkan. Buat Jama'ah yang hari minggu nanti, maaf ya, kami sudah lebih dulu. Tapi kita tetap satu iman ko. Tenang saja. Ini hanyalah sholat sunnah. Bukan wajib. Jangan terlalu membesar-besarkan hal ini ya. Bukankah perbedaan itu Indah, iya kan. 

Pepatah mengatakan, "Pelangi itu tidak akan Indah jika tidak warna-warni. Nah, perbedaan itu adalah warna yang nantinya memperindah sebuah pelangi islam" 
Jangan sampai kita hanya memakai pepatah abal-abal, "Beda pendapat itu biasa, beda pendapatan itu yang bahaya" 

Sahabat, saya kira itu saja postingan Idul Adha kali ini. Minal Aidin Wal faiddzin, mohon maaf lahir dan batin.  Postingan ini hanya sekadar hiburan saja. Kalau ada yang salah jangan di simpan di hati ya..!! Peace be upon you..!!