Desember 08, 2014

Empat Puisi Untuk Ayahanda

[ Ilustrasi Tentang Ayah dan Sebuah Keluarga by Ahmda Siluet]

EMPAT PUISI UNTUK AYAHANDA
AYAH
Oleh : Rini NurMala Sari

Ayah ...
Lihatlah!Kini kutuang rasa 
Lewat aksara kuharap, kelak kausudi 'tuk membaca

Ayah ...
Jasamu tiada terkira 
Bukan hanya sekedar mencari nafkah 
Engkau kerap beriku petuahtuntun diriku dalam melangkah

Ayah ...
Izinkan kuukir namamuselalu dan selamanya di relung kalbu 
Agar tak sedetik pun waktukuberlalu tanpa hadirmu

Ayah ...
Meski kini jarak memisah waktu menjadi batas temu kita 
Segala apapun takkan mampu luruhkan rasasampai nanti raga didekap barzah


Riau.07.12.2014


TENTANGMU
Oleh : Asiah Ahmad 

Kau, Pada malam yang tak berujung 
Aku mengais mencari bayang Nanar ... 
Tak dapat kugenggam 

Kau, Tak sadarkah kau Melarakan batin seorang ibu 
Memberi tangis pada segenap hati 

Lantas, Apa aku harus menjunjungmu 
Saat serpihan hati luluh lantak 
Mengaramkan asa pada laut tak bertepi 

Untukmu, Tak ada jiwa merindu 
Tak inginkan sua meronce 
Biarkan senyap merajai 
Sebab, temu tak pernah ada 
Biarkan aku tak bergeming 
Saatku memanggilmu,  Ayah ... 

Bogor, 07 Des 2014


KUNCI SURGA
Oleh: Farah Riza

Ayah...Kau tapaki jalan berkerikil duri..
Kau arungi samudra berombak duka..
Demi kami, amanah dari Ilahi..

Ayah..Walau perih membalut hari..
Walau jiwa terbakar bara..
Kau tetap melangkah gagah..
Kan kubalas apa... 

Ayah..
Baktiku takkan pernah sempurna..

Meski harus kukucurkan darah.
Meski harus kukorbankan raga..
Hanya doa dalam simpuhku di sajadah..
Kan kupanjatkan untukmu..

Ayah..Kepada Sang Pencipta semesta..
Berikanlah Ayah sebuah kunci surga..
Kediri, 07.12.2014


RINDU
Oleh: Elfi Ratna Sari

Kali itu aku menatapmu
Gadis tujuh tahun mengumbar tangis 
Temaram di kerubungan manusia dewasa 
Memandikanmu di tengah banjir kehilangan

Bapak,Sudahkah kau pandang dari balik jendela surga?
Empat belas tahun rindu mengiris

Sungguh,Tetes tumpah ruahIsi hati tersemat doa
Kukata,Rindu rindu rindu
Aku ingin menghambur pelukmu
Mencium bau khas aroma punggung tangan
Laksana kala ituKala kakiku belum sejenjang sekarang
I will always love you

Pati, 7 Desember 2014