Desember 09, 2014

Kesetiaan dan Hujan Cemburu Karya Mawar Dani

[ Foto Ilustrasi by tribunnews[.]com]

HUJAN CEMBURU
Oleh : Mawar Dani

Kembali kudiami sepi
Menikmati senja tadi bersama hujan
Membolak-balik secangkir teh buat jomblo dengan tatapan
kosong

Aih, debar-debar cemburu menggodaku
Mendapati hatiku penuh kecamuk
Serupa menggenggam bara 

Entahlah
Kutengadahkan tangan ke langit
Aku ingin bercanda pada hujan
Kutangkap titik demi titik bening 
“ Bolehkah bercakap-cakap denganmu tentang dia?” tanyaku

Berkali-kali aku mengatakan
Cemburu lebih sakit dari pada patah hati
Mengerti akan diri lebih rumit dibanding orang lain
Dan nyatanya membohongi diri sendiri itu lebih sakit

Pada akhirnya, airmata menghujani pipiku
Aku basah dalam resah
Inilah sebentuk nyata kekhawatiran tentang dia

Duhai hujan, pergilah!
Aku ingin menyambut pelangi
Ada kata yang ingin kusampaikan
Bersebab cinta yang bersarang di hatiku, rindu dan cemburuku
padanya melebihi tujuh warna keabadian*
*) Bait puisi dikutip dari karya Dani Sukma AS
Medan, 09/12/2014


SETIA PADA HUJAN
Oleh : Mawar Dani

Tenanglah malam karena aku selalu menyambut sepimu
Ini adalah kesunyian yang aku rindukan
Malam dan sunyi
Sekawanan yang menghadiahi damai

Malam ini, entah pada penanggalan ke berapa dan bulan apa
kita telah lewati
Aku dan kau masih pada kata berbilang entah yang tersembunyi
dibalik takdir sepi
Setia adalah janji pasti yang terucap dalam tiap sujudku

Ah … hujan kembali turun
Seperti ribuan rintiknya, sajak yang tercipta untukmu tak
terhitung lagi

Seperti pepohon yang bertahan hidup di musim kemarau lalu
merindukan hujan
Begitu pun aku
Kau adalah hujan yang selalu kunanti
Medan, 09/12/2014