Agustus 31, 2013

Detik - detik Perjuangan Studi di Kampus Merah Maron

Waktu begitu cepat menjemput hari esok.Terasa baru kemarin saya dibotaki oleh senior yang "Galak". Kini, Saya harus melangkah ke hari esok menjemput agenda perjalan studi kampus semester tujuh. Seperti halnya program kuliah yang sudah-sudah. Program pengabdian di masyarakat ini sudah menjadi rutinitas tahunan kampus.Sebuah program yang digelontorkan untuk membantu masyarakat dan desa agar maju dari  ide -ide yang kita tawarkan sebagai mahasiswa. 

Kuliah Kerja Sibermas itulah nama program di semester tujuh ini. Program khusus bagi mahasiswa yang sudah memenuhi syarat SKS kuliahnya minimal 114 SKS. Alhamdulillah saya sudah lebih  dari apa yang disyaratkan. Kebetulan di awal kuliah tidak bermasalah dengan Sistem Kredit Semester (SKS) saya. Hingga, banyak mata kuliah yang telah diselesaikan. jadi, waktu tersisa enam bulan berikut, tinggal having Fun saja dengan aktivitas jalan-jalan menghibur diri. Asyik bisa lebih bebas jalan-jalan.

Banyak sahabat menyarakan untuk menyelesaikan studi tiga setengah tahun. Kedengarannya kren juga. Tapi, setelah dipertimbangkan, beasiswa enam bulan tersisa akan rugi, sementara kontraknya harusnya empat tahun. Selain itu, rasanya masih kurang prestasi yang disumbangkan untuk kampus. Daftar prestasi di currculum Vitae masih belum memenuhi lembaran panjang. Mungkin sebaiknya menikmati saja dulu masa kuliah. rasanya indah menjadi mahasiswa. 

Status mahasiswa, itulah mimpi saya  tiga tahu silam. Mimpi ketika masih bangga mengenakan pakaian abu-abu. Waktu ketika semua dianggap hanya mimpi, ternyata terwujud juga. Bahkan, satu demi satu, impian yang dulu yang dianggap tak mungkin, kini mimpi itu telah masuk dalam daftar sukses. Sungguh kebahagian tiada tara. Mungkin teman-teman pun pernah merasakan hal yang sama. Bahgia dikala semua mimpi terwujud. 

Kata bijak yang saya ingat, "Mimpi hari kemarin adalah kenyataan hari ini, dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok". Kata-kata ini ternyata bukan sekedar deretan huruf yang mengugah inspirasi. Tetapi mengajarkan saya dan teman teman semua untuk terus meletakkan mimpi sekuat mungkin sebelum teman-teman yakin berpetualang di masa depan. Kata-kata ini selalu saja menjadi alarm ketika saya malas -malasan ke kampus. Entah mengapa, kata-kata ini bisa membangunkan saya dari lena akan hiruk pikuk kehidupan dunia yang tak jelas muarahnya. 

Kini, tinggal beberap langkah lagi menuju finish. Semoga perjuangan saya yang tinggal menghitung bulan ini bisa dilewati dengan penuh kreatifitas yang lebih banyak.Saya pun berharap teman-teman pun sama. Terutama teman-teman seangkatan di kampus merah maron atau mungkin seangkatan dalam kontrak da'wah kampus. Semoga cita-cita kita semua tercapai. Amin Allahumma Amin...! 

Gorontalo, 31 Agustus 2013
Idrus Ayatullah