November 18, 2013

Habiburrahaman El-Shirazy : Menulis itu Cinta



Banyak di antara kita yang pengen cepat mahir menulis. Mereka menghabiskan berbab-bab buku teori tentang menulis. Hampir semua refrensi mereka konsumsi. Bahkan rela menghabiskan uang yang banyak untuk bisa menambah kapasitas menulis. Akhirnya dalam otak mereka bahwa menulis itu adalah hal yang berat dan sulit. Banyak teori yang harus dipelajari yang pada akhirnya membuat kita prustasi untuk menulis.


Padahal menulis itu adalah hal yang menyenangkan. Kita tidak mesti mempelarinya. Sebab menulis adalah sebuah keahlian bukan pengetahuan. Jika sebuah keahlian itu tidak harus dipelari tapi dipahami. Sedangkan Ilmu pengetahuan itu harus dipelajari dan dikaji. Oleh sebab, mulailah menulis dengan gaya dan perasaanmu sendiri. Kita harus memetakan define menulis dari sudut pandang kita masing-masing. Agar sudut pandang itulah yang akan senantiasa memberi inspirasi di setiap ide-ide kita.  Berikut defini menulis versi Kang Abik ;

  • Menulis adalah cinta
  • Menulis adalah kebahagiaan
  • Menulis adalah berkeliling dunia
  • Menulis adalah untuk kaya raya
  • Menulis adalah Naik haji 

Itulah beberapa definisi menulis yang diungkapkan oleh Kang Abik. Beliau mengajarkan kita untuk senantiasa mendefinikan menulis itu sesuai mimpi kita masing-masing. Mislanya ketika kita bermimpi berkeliling dunia, maka menulis adalah kesempatan keliling dunia. Jika definisinya seperti itu, maka akan ada ion-ion yang menstimulus imajinasi dan fantasi kita untuk terus menulis. Sehingga karya tulisan kita akan mewujudkan mimpi kita untuk bisa jalan-jalan mengelilingi dunia. Begitulah cara Kang Abik mensiasati kemalasan dalam menulis. 

Menulis itu adalah cinta, begitu kata Kang Abik di seminar sehari bersama Forum Lingkar Pena Gorontalo, (10/11/13). Dalam hidupnya, menulis adalah jalan terbaik menemukan cinta. Ia menemukan pasangan hidupnya juga gara-gara menulis. Siapa yang menyangka,  penggalan cerita “Ayat-ayat cinta” mampu mengantarkannya pada seorang gadis yang kini menjadi istrinya. Itulah menulis bagi sosok penulis novel Ayat-ayat cinta itu. Uniknya lagi, dalam akd nikah disebutkan bahwa mahar yang diberikan oleh Kang Abik kepada istrinya adalah Novel “Ayat-ayat Cinta” itu. Wah mesranya luar biasa kan? Nah Bagimana? Asyik kan menulis?

Kalau menurut saya sih, menulis itu pintu kebahagiaan. Terkadang saya merasa kesepian tak ada yang ingin ajak berbicara. Yang ada di samping hanyalah sebuah laptop. Ya akhirnya saya berusaha menuliskan apa yang saya rasakan di dalam beranda blog. Tak perduli siapa yang akan membacanya. Hal terpenting adalah ungkapan hati bisa tumpah dengan puas. Sehabis menulis rasanya begitu bahagia. Seakan cerita dan narasiku sudah dikatakan kepada dunia. Jadi, menulis adalah aktivitas finding happiness. 


Alhamdulillah, dengan menulis juga ternyata saya bisa bertemu dengan orang-orang besar dan terkenal di negeri ini seperti; Oki Setyana Dewi dan Habuburahman El-Shirazy.  Andakan saya tidak mencintai dunia penulisan, maka bertemu dengan penulis terkenal seperti mereka hanyalah sebuah mimoi belaka. 
So, buat teman-teman yang belum menulis, segera pacu semangat untuk segera bermain dengan huruf dan merangkainya menjadi untaikan kalimat indah yang mampu menyapa dunia. Tetap semangat hayo…!! 

Dokumentasi :