Desember 06, 2013

Asyiknya Ikut BBM Bareng di Kampus UNG

 Peserta BBM saat menerima materi dari Ibu Zakiyah, M.Pd di lapangan catur Kampus UNG

Bincang-bincang Muslimah (BBM), itulah program dialog muslimah kampus yang yang digelar rutin oleh Unit Kegiatan Mahasiswa, Sentra Kerohanian Islam (SKI) di lapangan catur Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Dialog rutin yang digelar setiap jum’at pukul 09.00 sampai 12.00 WITA ini, ternyata mendapatkan sambutan hangat dari kalangan civitas akademik kampus. Terlihat, peserta yang menghadiri acara tersebut bukan saja dari kalangan mahasiswa saja. Dosen pun ikut nimbrung di acara tersebut, baik sebagai peserta maupun narasumber.

Siti Zakiyah, dosen matematika, selaku pembimbing sekaligus narasumber yang sering mengisi dialog itu mengaku sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Karena menurutnya, ini adalah wadah di mana setiap wanita dididik menjadi sosok wanita yang benar-benar  siap sebagai madrasah bagi kedua anaknya nanti.

“Saya kira, BBM Ini wadah yang baik untuk mendidik remaja masa kini.  Sebab dengan BBM ini, islam akan mudah diterima di khalayak ramai dan tidak terkesan jadul begitu. Selian itu, dengan adanya BBM ini mampu menjadi solusi maraknya tindakan amoral seperti free sex di kalangan remaja” Ungkap Zakiyah saat ditemui oleh awak media cahayapena usai acara tersebut, jum’at (6/11).

Hasna Dama, peserta aktif dalam acara ini, mengaku sangat bahagia adanya BBM ini. Selain bisa dapat ilmu tentang islam, ia juga merasa BBM mengasyikkan. Tak hanya belajar agama, tapi juga hal umum lainnya seperti masalah akademik dan pendidikanm karakter lainnya.

“Pokoknya ikut BBM di Kampus Asyik. Selain bisa belajar agama, pendidikan moral, saya juga belajar bagimana bisa berprestasi di kampus. Tambah lagi ada sesi curhatnya. Jadi, ngak bahas agama melulu” Ungkap Hasna setelah bubar dari Acara BBM itu.

Saat ini, program BBM ini masih di lingkungan kampus. Ke depannya, Zakiyah mengaku akan membuka acara ini kepada masyarakat luar kampus. Sehingga program bukan saja dinikmati oleh masyarakat kampus saja.