Januari 30, 2014

Ukhuwah Itu Unlimited Kawan !

Nikmatnya Ukhuwah
“Ukhuwah itu ibarat tubuh. Satu sama lain saling melengkapi. Tatkala kaki terluka, maka ada tangan yang membelai, ada bibir yang gemetar, ada mata yang bersedih dan ada hati yang menghibur. Itulah sejatinya ukhuwah”

SELALU ADA kisah romantis yang tercipta karena ukhuwah. Selalu ada rasa kerinduan yang  hadir tatkala terpisah. Pokoknya sifat bawaannya selalu ingin bersama-sama. Menjalani kehidupan dengan saling bahu membahu, serta saling menguatkan tatkala yang lainnya jatuh terpuruk. 

Sang pembawa risalah cinta pernah mengilustrasikan ukhuwah ini dengan cara yang sederhana. Rasulullah Saw bekata yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim;
 

“Tidak beriman seseorang diantaramu hingga kamu mencintai saudaramu seperti
kamu mencintai dirimu sendiri” 

Saudaraku…
Ukhuwah tercipta karena ada taqwa di dalam diri seorang muslim. Salah satu perekat ukhuwah itu harus ada taqwa satu sama lain. Tanpa aqidah, ukhuwah yang dibangun akan mudah runtuh. Sebab pondasinya tidak kuat.

Allah berfirman:  “Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS: Al-Zukhruf: 67).

Lalu bagimana dengan ukhuwah yang sudah retak? Satu sama lain sudah saling memusuhi. Tak ada lagi komunikasi. Bertemu pun menjadi hal yang tidak menyenangkan. Kalau pun berpapasan di jalanan, mungkin wajah akan saling berpaling. Tak ada lagi sapaan, apa kabar Akhi atau ukhti? Semuanya sirna karena ada kebencian yang berganti di ruang hati. 

Solusinya adalah saling meminta maaf. Tak perlu malu. Mulailah dari siapa saja. Sebab, memulai untuk meminta maaf bukan berarti kita yang salah. Karena kita berjuang  meletakkan dulu rasa ego untuk kepentingan ukhuwah. Buat apa merasa malu. Setidaknya mulailah dengan sapaan.  Rasulullah Saw bersabda:  

“Jika dua orang Muslim bertemu dan kemudian mereka saling berjabat tangan, maka dosa-dosa mereka hilang dari kedua tangan mereka, bagai berjatuhan dari pohon.” (Hadis yang ditkhrij oleh Al-Imam Al-Iraqi, sanadnya dha’if).

 

Kalau memang ada persoalan yang membuat ukhuwah hancur, maka bersegeralah untuk  membangun komunikasi. Tidak boleh membiarkan permusuhan berlarut-larut. Khawatirnya, akan berimbas pada putusnya ukhuwah untuk selama-lamanya. 

Bahkan Rasulullah Saw mengingatkan;
 “Muslim adalah saudara muslim, ia tidak mendhaliminya dan tidak menghinanya… tidak boleh seorang muslim bermusuhan dengan saudaranya lebih dari tiga hari, di mana yang satu berpaling dari yang lain, dan yang lain juga berpaling darinya. Maka yang terbaik dari mereka adalah yang memulai mengucapkan salam.” (HR. Imam Muslim).

Level Ukhuwah Dalam Islam

Jika kita adalah insan gamer atau orang-orang yang suka berpetualang dengan games. Maka pasti kita akan paham level di setiap misi. Jika masuk ke level yang lebih tinggi, tentu tantangannya jauh lebih sulit. Hal ini pun berlaku dalam kitab persaudaraan. Samakin kuat ukhuwah, maka semakin galau si Iblis mencari celah untuk meruntuhkannya.  Oleh sebab itu, kita harus memahami dulu level ukhuwah.

Level Pertama : Ta’aruf Mission
Pada level ini, kita masih membangun pondasi. Kita belum tahu bagimana bahan dan arsitek bangunan ukhuwah itu ke depan. Kita hanya sekadar tahu, bahwa ukhuwah itu saling mengenal satu sama lain. 

Level Dua : Tafahhum Mission
Misi yang berikutnya ada sesi pemahaman. Pada level ini akan ada upaya untuk saling memahami satu sama lain. Kita tidak sekadar kenal, tapi sudah memahami kekurangan, karakter, dan sesuatu yang lebih spesifik tentang saudara kita. 

Level Tiga : Ta’awwun Mission
Misi berikutnya adalah Ta’awwun atau saling menolong satu sama lain. Setelah kita tahu siapa saudara kita, tahu karakternya, maka ada perasaan kita yang timbul untuk membantunya. Entah dalam bentuk materi mau pun non materil.

Level Empat : Takafful Mission
Kalau menurut sahabat saya, misi Takafful ini berarti senasib sepenanggungan.  Sahabat saya mendefinisikan takafful itu dalam sebuah ungkapan  “Sakitmu adalah sakitku. Lukamu adalah lukamu” 

Pada intinya, ukhuwal level ini ada perasan mendalam untuk ingin menanggung beban saudara secara bersama-sama. Ketika mereka jatuh tertimpa kemalangan, maka ada kita yang selalu bersedia menjadi tiang penyangganya. Ketika dia sakit hati, maka kita hadir sebagai solusi kesedihannya. 

Level Lima : Itsar Mission

Misi terakhir dari ukhuwah adalah menanamkan jiwa untuk saling mendahulukan. Artinya ketika saudara kita membutuhkan sesuatu dan disaat yang sama juga kita membutuhkan hal itu. Maka kita akan cenderung mendahulukan kepentingan saudara kita. Level ini adalah yang terberat. Banyak diantara kita gagal di level ini. Tapi bukan berarti tidak mungkin untuk mencapainya. 

Jika ingin mencoba berpetualangan dalam ukhuwah ini. Silahkan kuatkan hati untuk menerima tantangan iblis dalam setiap misi ukhuwah yang kita bawah. Okay? Selamat mencoba dan berukhuwah-ria.