Juni 19, 2014

Review Buku : Travel Writer Karya Gol A Gong [TE-WE]

download Buku Travel Writer Karya Gol A Gong pdf
[ Dok Pribadi : Buku Travel Writer Karya Gol A Gong ]

"Bapakku pemahat Makna
Diukirnya aku dengan motif cinta
Angin meniupkannya kemana-mana
Bertebarlah makna lewat bahasa kata-kata
Bapakku pemahat makna : Aku diukirnya jadi pengelana

Buku Travel Writer atau singkatnya, "TE_WE adalah sebuah buku latihan bagaimana menulis sebuah cerita perjalanan. Terkadang, kisah perjalanan kita banyak, tapi tidak tertuang dalam tulisan. Akibatnya, kisah kita hanya dinikamti oleh kita seorang diri. Nah, buku ini memandu kita bagaimana menuliskannya agar bisa dinikmati banyak orang. Siapa tahu, dari kisah yang kita tulisakan, ada yang terinsirasi untuk melakukan hal yang sama. 

Buku Travel Writer sebuah buku saku perjalanan yang unik. Dalam buku ini, kita tidak hanya diajarkan menulis, tapi berani berbeda dengan pelancong lainnya. Jika para pengela sering menulis, bagimana cara mencapai suatu tempat, berapa biayanya, dan dengan apa mau kesana. Maka Gol A Gong, lewat Travel Writer memberi warna tulisan yang berbeda. Gol A Gong mengajak kita untuk menulis proses perjalanan yang bukan semata pada "how to get there". Tapi lebih pada nilai humanis yang kita temukan di setiap perjalanan. 

Selaian itu, buku Travel Writer ini cukup lengkap dengan panduan persiapan ketika hendak berpetualangan. Mulai persiapan rangsel hingga budget perjalanan. Dalam buku ini, pembaca akan tahu bagaiama menyusun rute perjalanan, apa yang harus disiapkan dan bagimana cara agar perjalanan kita melulu hanya menghabiskan uang. Buku ini juga memandu kita untuk menjadikan perjalanan sebagai lahan uang, bukan menghambur-hamburkan uang saja.  Buku ini memberikan tis cara agar tulisan-tulisan kita bisa kirim ke berbagai media agar budget perjalanan bisa terpenuhi. 

Informasi penerbiatan tulisan lengkap diulas dalam buku ini. Mulai tips mengirim tulisan, media yang bisa dituju untuk ribrik perjalanan dan besaran honor yang bisa kita dapatkan. Gol A Gong berusaha mendobrak pintu asumsi jalan-jalan itu menghabiskan uang. Gol A Gong ternyata berhasil mendobrak asumsi itu. Hal ini ini dia buktikan dalam perjalanannya sendiri telah membuktikannya. Dalam travel Writer juga dia membahasa soal ini. Kondisi dimana dia harus rela mengetik di lembaga kursus, mengirim tulisan melalui pos hingga tidur di tempat murah.

Aspek lain yang ditekankan dalam buku ini adalah ide-ide kreatif untuk memasarkaan tulisan ke berbagai media. Buku ini menyertakan alamat media yang bisa jadi digunakan untuk menerbitakan tulisan ke kolom travelling sebuah media.  

Bahasa dan gaya penulisan dalam buku ini bagus dan runut. Gol A Gong  menyajikan teori dalam cerita yang menarik. Setiap bab dikemas  dalam bentuk tulisan repostase gaya sastrawi, atau dikenal dengan jusnalisme sastrawi. Kita yang menbaca bisa dapatkan dua hal, pertama panduan, kedua pengalaman yang sedang dikisahkan Gol A Gong.

Adapaun isi buku ini sebagai berikut :

# Paspor : I am Traveller and Travel Writer 
# Matras : Penulis Perjalanan, Makhluk Apa itu? 
# Peta     : Menulis Perjalanan yang baik, Bagimana?
# Jaket    : Belajarlah dengan menulis Kampung Sendiri 
# Tenda  : Membuat Blog Pribadi 
# Kompas : Apa yang boleh dan tidak Boleh ditulis
# Rucksack : Jenis Tulisan Perjalanan 
# Jurnal : Memasakan Tulisan Perjalanan 
# Lunch : Mencoba Menulis Novel Perjalanan 
# Dinner : Bergabung dengan komunitas backpacker
# SMS : Cinta Lokasi Nih Yeee..!
# Email : Lombok Backpacker 
# Inbox : Sepuluh kota di Indonesia yang wajib dikunjungi dan ditulis
# Reply : Majalah Travel Online Terbaik 

Secara pribadi saya perlu memberi masukan untuk buku ini. Terutama pada soal penempatan gambar yang disertakan di dalam tulisan Mas Gol A Gong. Ada sebagian gambar yang tidak relavan dengan tulisan yang sedang dinarasikan.  Seperti pada bab satu. Paragraf awal dimulai dengan serial sungai Gangga, tapi gambarnya baru disisipkan nanti pada  halaman tiga. Sementara halaman itu sudah membahas topik yang berbeda. 

Gambar adalah salah satu elemen yang memberikan rasa terhadap narasi yang disampaikan. Gambar adalah bumbu pemanis sebuah kisah yang dinukilkan. Selain sebagai bukti perjalanan, gambar juga akan berfungsi sebagai penguat emosi pembaca.Jadi, gambar harusnya diletakkan atau disisipkan di narasi yang tepat. 


Sementara itu,  jika dilihat dari warna kertas, memang cukup bagus untuk mata. Kuning kertas dengan font yang menarik, yakni Georgia. Tai secara keseluruhan buku ini sangat menarik, terutama bagi teman yang suka travelling. Penasaran dengan bukunya? segeralah membeli dan  rasakan nikmatnya perjalanan penuh makna. 


Informasi tentang Buku : 
Judul : TE-WE
Penulis : Gol A Gong 
Penerbit : KPG (Kepustakaaan Populer Gramedia) 
Tahun Terbit : 2012 
Halaman : 117 halaman 
ISBN : 978-979-91-0434-2