Mei 20, 2014

Puisi Sarjana Terbit di Gorontalo Post

UDARA PAGI MASIH kental dengan hawa dingin. Saya bergegas menuju sebuah kantor sebuah partai, kantor yang menjadi basisnya pemuda. Saya pengen melihat apakah puisi saya  diterbitkan hari sabtu ini atau tidak. Kalau terbit, berarti saya lagi beruntung. Jika tidak, berarti saya harus lebih giat belajar menulis lagi. 

Saya kira, sikap media menolak tulisan kita adalah hal wajar. Mengingat banyaknya tulisan yang dikirim dan itu cukup brabe untuk memilih mana yang bagus. Tapi minimal kita sudah berusaha, soal terbit atau tidak kan urusan belakangan.

Setelah dicek, eh ternyata puisi saya nyantel juga di koran Gorontalo post. Ya niatannya sih hanya ingin berbagi saja, berbagi inspirasi doang.

Menulis agar bisa terbit di media memang perjuangan berat. coba bayangkan, ada ratusan naskah yang ada di atas meja. Mungkinkah team redaksi membacanya semua kemudian memlih satu yang terbit di pekan itu? Sara kira team rekaksi kurang kerjaan kalu dia benar-benar teliti untuk menilai detail. Yang pasti, mereka membaca hanya sepintas saja, paling dua atau tiga kalimat. Kalau dibaca menarik, ya terbit. Kalau enggak  ya harus sabar hehehe...


# Puisi ini saya sudah terbitkan di Blog. Klik di sini
# Mengririm Puisi Ke Gorontalo Post