Juni 17, 2014

Nazwa Ungkap Tradisi Menikah Sesama Turunan Arab

 ( Foto Dok Pribadi - Foto ketika Wawancara dengan Nazwa)
Pernikahan bagi sebagian wanita keturunan Arab adalah penjara kehidupan. Hal ini diungkapkan Nazwa (Samaran), gadis keturunan Arab, saat diwawancarai di  gedung kampus Gorontalo pada selasa, 17 juni 2014. Nazwa Mengaku, tradisi keluarganya telah membuat dia terpenjara, bahkan menghapus nalurinya sebagai wanita. 

Nazwa menjelaskan bahwa larangan wanita menikah dengan on Arab disebabkan persoalan Nasab Nabi. Sebagian Arab menganggap mereka sebagai keturunan Nabi. Sehingga, untuk menjaga nasab atau keturunan itu, wanita Arab harus menikah dengan Arab pula. Bagi wanita yang menikah dengan non Arab, itu akan menuai konflik besar. 


"Bisa saja tidak dianggap anak lagi" tutus wanita cantik Kelahiran Gorontalo ini. 


Bagi Wanita Arab, Kata Nazwa, hanya memilih dua pilihan; pertama, menikah dengan non Arab, kedua; tidak menikah untuk selama-lamanya. Wanita ini mengaku tidak sepakat atas aturan itu. Sebab, baginya itu sangat rimitif. Tapi, apa boleh buat, dia sebagai Anak hanya menerima apa yang menjadi putusan keluarga. 


Karena dilarang bersahabat dengan lelaki non Arab, Nazwa sering merasa terasing. Dia hanya berteman dengan wanita-wanita yang sesama anak Arab saja. Kendati demikian, dia tetap berusaha membuka diri dengan dunia luar. Meskipun akhirnya ushanya tetap saja  sia-sia. Akibatnya, hasrat gadis ini untuk mencintai lelaki  sudah hilang. 

"Tidak ada yang spesial lagi, entah itu wanita atau lelaki. Semua sudah sama" Terang Nazwa, gadis yang penrah nyantri di Pondok Pesantren Al Huda Gorontalo ini. 


Aturan Arab ini ternyata tidak sekadar isapan jempol belaka. Kata Nazwa, banyak keluarganya yang memilih tidak menikah. Sebab, keluarga ngotot memaksannya menikahi lelaki yang dia tidak cintai. Karenaitu  banyak yang tidak menikah. 


"Saya punya tante banyak yang tidak mau nikah. Tapi mereka kaya-kaya" Katanya.

Nazwa mengaku, sejauh ini memang banyak yang mengatakan cinta kepadanya. Tapi semua ditolak. Alasanya Nazwa tidak lagi merasakan kalau jatuh cinta itu spesial. Dia hanya ingin berteman saja, tidak lebih. 


"Pernah ada yang bilang suka, trus buat apa? saya tidak suka" Ketus Nazwa

Saat ini, dalam benak Nazwa adalah berusaha dan menjadi kaya raya. Membangun perusahaan dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang  banyak. Lalu, Gadis ini berniat menghabiskan hidup dengan menikmati segala apa yang telah dia ushakan itu. Sungguh satu pilihan yang tidak semua gadis mampu melakukannya. 


"Kan di Negara kita tidak ada aturan, semua wanita harus menikah. Iya kan?" Nazwa menantang.