Juli 29, 2014

Novel Ayah Karya Andrea Hirata Terbaru

Download Novel Ayah Karya Andrea Hirata Terbaru 
Novel Ayah Karya Andrea Hirata Terbaru

Hari ini menjadi bersejarah bagi Andrea Hirata. Menandai 10 tahun berkarier di bidang penulisan, Andrea menerbitkan novel ke-9 yang berjudul 'Ayah' dan baru hari ini rilis di toko buku sudah langsung dicetak ulang.

Hal ini dikatakan oleh Manajer PPIC Bentang Pustaka, Diah Dwi Puspitasari. " Ini memecahkan rekor buku baru kami karena novel Ayah baru ada dua jam di toko buku dan baru dilaunching sore ini," ucapnya seperti dikutip dari situs Bentang Pustaka.

Novel 'Ayah' merupakan karya pertama Andrea setelah kembali dari International Writing Program 2010 di IOWA University. Menceritakan tentang kisah ayah Sabari yang menyayangi anaknya Zorro sepanjang waktu. Ia terus menyanyangi putranya dan merencanakan berbagai rencana hingga besar nanti.

Andrea mengaku terkejut dengan antusias dari para pembacanya. Sebanyak tiga ribu eksemplar bukunya sudah terjual ludes dengan cara pre-order. "Saya juga baru dengar dari penerbitnya kalau 3 ribu eksemplar sudah habis dipesan," ungkapnya usai peluncuran buku 'Ayah' di Gramedia Matraman Jakarta Timur, Jumat (29/5/2015).

Pernyataan tersebut juga diamini oleh Marketing and Communication PT Bentang Pustaka Ditta Sekar Cempaka. "Cetakan pertama dicetak 15 ribu. Sebanyak 3 ribu sudah dibeli pre-order jauh sebelum dirilis hari ini. Sisanya sudah tersebar di toko buku seluruh Indonesia," katanya.

Kini, pihak penerbit pun tengah mencetak novel 'Ayah' cetakan kedua. Dalam waktu dekat, buku tersebut segera akan mengisi rak-rak toko buku. Novel ke-9 Andrea yang masih mengambil tema tentang keluarga, persahabatan, dan cinta ini dijual seharga Rp 74 ribu. Selamat membaca! [ Sumber Berita : Hotdetik]

Download Novel Terbaru Ayah Karya Andrea Hirata

PANDANGAN PEMBACA NOVEL AYAH ANDREA HIRATA 

Pembaca : Haniva Zahra


Buku terbaru dari Andrea Hirata. Tema utama dari buku ini adalah hubungan ayah dan anak. Sabari, seorang laki-laki yang hanya mencintai dan sangat mencintai satu perempuan, Marlena. Bahkan bersedia menjadi ayah dari anak yang jelas bukan kandung. Menyayangi Zorro sepenuh hati, membesarkannya dengan cerita dan puisi, mengajarkan kebaikan hati dan ketulusan. 

Sayang, Lena diceritakan sebagai perempuan yang hanya menolak dan sangat membenci Sabari. Mungkin karena rupa Sabari yang tidak enak dipandang, sedang Lena adalah perempuan dengan senyum menawan. Jadilah pada buku ini tidak diceritakan tentang keluarga Sabari-Lena-Zorro yang harmonis. Lena kawin-cerai dengan beberapa lelaki. Zorro ia bawa pergi, Sabari sangat merasa kehilangan. Zorro tumbuh menjadi anak yang baik dan pintar. Tidak lagi banyak bertanya tentang seseorang yang ia panggil 'aya' karena prihatin dengan kehidupan ibunya yang jauh dari kata nyaman. Kemeja Sabari yang ada di tas Zorro saat Lena mengambilnya dari Sabari adalah satu-satunya kenangan Zorro dengan sosok yang selalu bercerita dan banyak berpuisi.

Di dalam buku ini saya terharu dengan tulusnya hubungan ayah dan anak. Insyafi dan Sabari juga Sabari dan Zorro. Seorang ayah bisa juga begitu kehilangan seorang anak. Biasanya dalam kasus-kasus perceraian, ayah menyerahkan hak asuh anak pada ibunya karena biasanya ayah lebih memilih untuk mencari nafkah. Tapi Sabari berbeda, ia justru keluar dari pekerjaan yang lama dan mencari sumber penghasilan baru agar bisa tetap dekat dengan Zorro. Membaca buku ini, tidak membuat saya segera ingin menjadi ayah (tentu), tapi jadi ingin segera menemukan calon ayah yang seperti Sabari :p

Andrea Hirata
menulis dengan lebih baik bila dibandingkan dengan buku-bukunya sebelumnya. Alur cerita lebih kompleks, diksi yang digunakan semakin puitis, humor yang terselip semakin membuat senyum lebar atau tertawa terkikik, cerita sedih yang mengiris hati, miris, namun terkadang masih bisa kita tertawakan. Mungkin benar, semakin malang hidup yang kita jalani, semakin perlu kita untuk mudah tertawa, misalnya mentertawakan hidup ini.
 

PEMBACA :   Arien TW 
 
Download Novel Ayah Karya Andrea Hirata TerbaruBaru menyelesaikan novel "Ayah", karya paling baru dari Andrea Hirata. Sebelumnya, saya juga membaca hampir semua karya-karya (fenomenal) Andrea Hirata, karena sedari awal memang sudah sukak dengan penulis dari Belitong ini. 

Banyak yang memvoting bahwa laskar pelangi adalah jagoan.
Tapi menurut saya saat ini, novel "Ayah" ini adalah tulisan Hirata yang paaaaling mantap, paling bagus, paling te o pe dibanding karya-karyanya yang lain. 


Saya juga banyak membaca novel-novel sastra dari luar yang memenangi nobel dan berbagai award lainnya. Dan kalau boleh saya berpendapat, novel "Ayah" ini barangkali bisa disejajarkan dengan novel-novel kelas dunia dalam kompetisi untuk meraih award serupa.


Dari sisi penulisan, alur, bahkan hingga ide klimaksnya yang kaya, novel "Ayah" ini jauh lebih matang dari novel-novel Hirata sebelumnya, menurut saya. Lebih kalem, lebih terstruktur, namun juga lebih meriah, dan lebih dahsyat pukulannya. Dari sisi alur, pembaca, di kemudian halaman akan lekas tersadar bahwa Hirata menggunakan semacam alur zigzag atau mungkin jalan pintas. flash backnya sangat halus sehingga pembaca hanya akan dibuat manggut-manggut tanpa menyadari bahwa sedari awal ia sudah dibawa dengan kapal flash back. Ini terutama terjadi saat kisah Amiru dan ayahnya.

Kelebihan lain, novel ini sangat menyentuh, terlebih karena tema yang diambil adalah tema yang bersinggungan dengan hati; yakni soal kasih sayang antara ayah dan anak. Soal cinta yang tabah. Soal kerja keras dan harapan. Melalui keterampilan menulisnya, Hirata menyentil emosi para pembacanya melalui kisah-kisah yang awalnya tampak sederhana namun dramatis, tanpa menuangkan sedikitpun kalimat yang membosankan.

Hirata pun mampu mengolah tiap episode menjadi tetap menarik -- meski toh kita barangkali dapat mulai menebak-nebak akan dibawa kemana. Misalnya saat Sabari, sang tokoh utama, mengikuti maraton. Tokoh utama memang wajib menang supaya pembaca puas (dan mungkin akan lebih baik begitu). Namun Hirata dapat mengolah setiap scene perlombaan lari Sabari menjadi mendebarkan setiap detiknya, bahkan mengolah cara kemenangan yang 'tidak biasa' yang akhirnya (memang) diperoleh sang tokoh.

Rasanya, saya ingin berpendapat bahwa karya 'Ayah' ini memang layak menjadi karya terbaru Andrea Hirata yang naik kelas.   


Sumber Berita : Hotdetik | Googread